Sabtu, 28 Februari 2009

End Story

Subhanalloh….


Jalan
cinta atau jalan jodoh memang sangat misterius..semua tergantung
padanNya..pada Sang Maha Kuasa atas segala kehendak-kehendakNya..

Waktu
terus berputar..Manusia hanya bisa berpikir, merasa dan merenungkan
semua yang terjadi pada dirinya..namun Alloh lah Sang Sutradara
besar…ujian hidup manusia untuk mencapai kebaikan-kebaikan yang
sudah digariskan sebelumnya, walau penuh liku perjalanan hidupnya..

Aku
pun merasa seperti itu..sangatlah berliku..Bahkan hari-hari terakhir
sangatlah merusak ritme hatiku..dari senang, suka, bahagia,
sedih..namun endingnya tetap bahagia..

Prinsipku
akan cinta tetap tidak akan berubah..semua yang kuyakini adalah yang
kulakukan..mencintai adalah implementasi atas anugrah rasa yang
diberikanNYA…hitungan detik pun hati bisa berubah. Aku meyakininya,
sehingga dalam perkembangannya aku pun sudah tidak kaget apa yang
akan menimpaku selanjutnya.. aku pasrah atas segala ikhtiar yang
kulakukan dalam hidup..

Dalam
hal jodoh, sangatlah berliku, walaupun belum menemui ujung, namun aku
semakin terdidik untuk tabah, ikhlas dan sabar.. tidak banyak yang
kucinta sebelumnya, namun setiap kisah mempunyai arti dan makna yang
dalam dan sangat berharga bagi diriku..sebagai bekal untuk hidupku
selanjutnya..

Rejeki,
jodoh ada di tanganNya. Tinggal kita
menjemputnya dengan kesabaran dan keikhlasan. Kejujuran hati
sangatlah kujunjung tinggi..

Kisahku dengan mu sangatlah berliku. Walau kalau dihitung dengan
waktu adalah sangat singkat, namun episode, konflik dan alur yang
begitu berliku tak terduga sangatlah membuat hatiku dan jiwaku
semakin tegar akan makna hidup..

Ada waktu kamu begitu mudah berubah terhadap rasa yang ada padamu..
Sungguh aneh memang..saat kau meyakinkan diriku akan masa depan yang
akan kita jalani, namun tak lama sudah ada jalan takdir lain yang kau
buat..Bangganya aku, aku masih bisa konsisten dan bisa menjaga hati
dengan baik dan amanah..

Sekarang adalah saat aku meretas kembali jalan jodohku..Sosok wanita
yang akan mendampingiku selamanya mencapai tujuan kehidupan.. Jalan
yang masih terbentang lebar dan panjang.. Sehingga kita ditakdirkan
akan terdampingi, dan tidak bisa berjalan sendiri mencapai tujuan
tersebut..

Saat kusudah mengikhlaskan dirimu, kamu memberikan harapan..itu
berulangkali kurasakan..Saat kebahagiaan sudah terpampang, kau
mencabutnya begitu saja..namun aku sudah kebal dengan itu.. yang
begitu di depan mata akan terengkuh tiba-tiba hilang musnah tertiup
angin…Aku semakin terbiasa akan kejutan-kejutan hidup..Dengan akhir
seperti ini aku malah bahagia..aku diarahkan dan diberi petunjukNya
dengan bijaksana..saat aku sudah bisa memaknai ini semua, saat itu
pula dicabut semua itu daripadaku..yang penting proses bukan
hasil…Prosesku bersamamu sangatlah indah..walau kesedihan
mewarnai..walau akhir tidak sempurna untukku..setidaknya menjadi
akhir yang sempurna bagimu…Salah satu harus berkorban atau harus
dikorbankan…Aplikasi cinta adalah pengorbanan.. 

Kalau dilihat dari sudut pandang cinta, aku sudah melakukan semua
proses cinta, proses mencintaimu dengan sempurna…

Hanya itu, sebagai akhir. Mungkin banyak retorika, karena kisah kita
kunilai hanya retorika saja. He..he…

Selamat akan terwujudnya jodohmu..Kebahagiaanmu aku rasakan..walau
mungkin tidak berpihak kepadaku..Fokus mu sudah ada, tinggal kau
memaknainya. Selamat sekali lagi..

Alhamdulillah…

Jalan Jodoh

Juni 27th, 2008 
Jalan Jodoh 
Posted by maillisti in Uncategorized 

Assalamu’alaikum
wr.wb.


Maukah
kau berbagi denganku selama sisa umur kita?



Ungkapan kesadaran itu
pernah terucap dalam lesanku kepadamu.. Tangis
haru saat kepasrahan untuk keyakinan itu terucap.. Saat aku
benar-benar merasakan suatu gejolak energi yang sangat hebat, hingga
aku tak kuasa bersabar terhadapnya..Jiwa yang dilanda suatu nuansa
indah tak terbayangkan..tak ada analogi untuk itu..Aku yakin aku
tulus waktu itu. Aku bertanggung jawab atas yang kuucapkan itu. Saat
aku merasa aku menemukan jodohku, bagian diriku yang tidak ada selama
ini, melengkapiku, penuhi tugas dalam hidup ini. Mengantarkan amanah
surga..Amanah ibadah yang belum kulakukan..

Walau
mungkin egois, tanpa melihat perasaanmu dan keadaan yang
melingkupimu, namun aku telah menafikkan itu semua pada diriku..
Keterbatasan-keterbatasan yang aku punya hilang saat keyakinan itu
datang. Doa-doa
yang kupanjatkan selama ini seakan dekat, itu yang kurasakan saat
itu…Doa agar dipertemukan dengan jodohku, yang dijanjikanNya dalam
ayat-ayatNya..

Namun, doa yang kita
panjatkan, ALLOH tidak akan memberikan rahasianya sampai Dia
berkehendak kita mengetahuinya. 

Tak pernah menyesal, walau
pun kenyataan tidak berpihak pada harapanku. Aku telah dapat
memasrahkan hatiku, sisa umurku pada seseorang yang aku yakin adalah
sosok yang menyempurnakanku. Itu adalah kamu…

Episode
ketenggelamanku dalam cinta telah kulalui.. Pengorbanan keyakinan
yang telah ada dan pengorbanan rasa yang kupupuk dan kuniati semoga
diberikanNYA ridho, ternyata tidak diberikannya dalam waktu yang aku
inginkan.. larut dalam keterpurukan yang dalam telah kujalani.
Alhamdulillah dengan spirit dan cinta keluarga dan teman-temanku,
bahkan kamu, menjadikan suatu daya tolak yang hebat untuk membentuk
jiwaku..

Episode cinta tlah kulalui,
sekarang adalah episode kesabaran dan keikhlasan yang harus
kujalani..

Cinta
adalah sesuatu yang tidak kita cari, namun adalah anugerah. Untuk
mendapatkan anugerah suci itu membutuhkan kesabaran dan keikhlasan..
Kesabaran dan keikhlasan membutuhkan ilmu. Maka,
dalam episode ini, ilmu tentang kesabaran dan keikhlasan terus
kucari.. Kesabaran akan kenyataan yang kualami, bagaimana
mensikapinya sesuai dengan petunjukNYA. Sedangkan keikhlasan adalah
kepasrahan terhadap segala kehendakNya dan berserah akan dikemanakan
cerita hidup kita setelah usaha-usaha itu kita tempuh.

Kuberusaha
mendapatkan ilmu itu dan mengaplikasikannya dalam hidupku.. Sebagai
perwujudan cinta itu sendiri..
Sekarang pun aku belajar bagaimana mencintai itu.. Mungkin tak
seperti yang orang kebanyakan berbuat, ini adalah caraku
mencintaimu.. belum bisa kutulis, karena memang dalam proses.
Kumohon, jika kau bisa mengerti hal ini. Menghilangkan rasa dengan
sengaja adalah hal yang kufur nikmat menurutku. Rasa yang diberi
harus dijaga, tak peduli kau menginginkannya untuk hilang. Mungkin
kau takut dengan cintaku akan membebanimu dalam meraih cita-citamu.
Sebisa mungkin kujauhkan perkataan dan perbuatan yang akan
membebanimu. Tak mencintai jika ternyata aku membebanimu.. mencintai
adalah membebaskanmu. Setidaknya itu yang ada dalam pikiranku saat
ini..

Aku tidak
akan mematikan hati jika memang ALLOH belum menghendakinya..kumohon
kau memahami prinsip ini..
Jika dia berkehendak maka akan dicabut rasa ini, namun jika tidak,
maka akan dijaganya. Aku pun berusaha menuruti petunjuk-petunjuk yang
mengiringi langkahku..

Aku pun
juga akan maklum jika memang rasa cinta itu tak ada padamu..harapanku
pun aku bersanding dengan seseorang yang mencintaiku dengan tulus dan
terima aku apa adanya. Menerima persembahan rasaku dengan segala
risiko dan akibatnya..Tidak akan memaksa jika kau memang belum diberi
rasa dan keyakinan itu.. dengan prinsip-prinsipmu aku pun mencoba
memahami…

Akhir
tulisan ini,, Sampai detik ini aku
masih mencintaimu, masih ingin dirimu adalah perempuan yang menjadi
jiwa tempatku saling berbagi dan melengkapi…

Maaf jika ada salah ucap,
namun, ini adalah perwujudan hatiku saat ini..

Teruntai doa yang indah
untukmu.. Semoga kebahagiaan ada padamu, dan dapat hadapi berbagai
macam ujian hidup dengan bijak..

Kusibukkan diriku untuk
memperbaiki diriku…


Wassalamu’alaikum wr wb


Jiwa Yang Mencari

Satanic Nafs

Ada
versi setan atau umpatan dalam hatiku sebenarnya..Dalam hati manusia
selain kebaikan ada keburukan..kata-kata dan gabungannya di bawah ini
adalah wujud kekesalanku terhadap proses ini..namun hanya kekesalan,
dan ini hanyalah ketidakbenaran, hanya pelampiasan..



Aku tulus,
aku jujur, aku sangat cinta, 

Walau
sebenarnya aku tidak ingin ketulusanku, cintaku akan berlabuh
padamu..

Ku beranikan
diri untuk menghadapi dan menantang itu semua, keegoisanku untuk
mendapatkan yang lebih..

Dengan
mencintaimu…

Namun,
kekecewaan saat ketulusan dan cinta tidak diterima dengan
selayaknya..

Itu
hakmu..Namun aku juga punya hak dimanusiakan..

Begitu
teganya kamu satu waktu memberi harapan. Padahal aku sudah
mengikhlaskan semua lepas dari padaku. Dan saat aku mulai membangun
kepercayaan itu kembali secepat kilat kamu merubah keputusanmu…

Tidak
tahukah kamu begitu bahagianya aku saat aku kau beri harapan???

saat aku
membagi kebahagiaan dengan ibu dan yang aku sayangi..Namun, belum
genap satu hari kamu membalik semua kebahagiaan itu… Apa yang akan
aku katakan pada mereka??? Akan seperti apa perasan ibuku dan
teman-temanku jika ternyata hal yang aku katakan sebelumnya menjadi
berbalik…

Aku buntu
akan hal ini…Namun aku yakin akan ada jalan keluar.. bagaimana
memberi tahu mereka…Aku mengumpatmu dalam bagian setanku…

Aku tidak
mempermasalahkan rasa dan hatiku yang terombang-ambing, namun hati
mereka…mereka bagian hidupku dan aku pun bagian hidup
mereka…kalau kau tahu aku dan yang kusayangi begitu dekat, bahkan
menyatu…

Bahkan aku
menolak calon jodoh hanya karena menjaga harapan yang telah kau
berikan..namun……Dahsyatnya hati….

Aku bangga
telah mencintaimu dengan sempurna…


Namun,
itu semua hanyalah nafsu amarah setan ..
Jangan kau pedulikan karena aku yang bertanggung jawab. Bukan dirimu.
Bahagialah dengan kebahagiaan yang pantas kau dapatkan…Aku pun
sudah mengenyahkan semua ketakutan dan kegelisahan sebelum ketakutan
dan kegelisahan itu datang…Aku mengalahkan setan…


Tanggung
jawab dan kewajibanmu adalah berjalan sesuai takdir yang sudah mulai
kau retas bersamanya…Jangan lagi pedulikan perasaanku…Aku
sangatlah kuat. Sudah cukup air mata dan kesedihanku kepadamu. Waktu
aku lebih memikirkan mereka yang mencintaiku dan menyayangiku dengan
tulus..Akhiri dengan indah…Silaturahmi tetap terjalin…


(Jangan
kau baca tulisan ini sebagai perwujudan hatiku. Karena hatiku adalah
cahaya bahagia, bukan kegelapan seperti tulisan tadi. Teruslah
berjalan. Tanggung jawab atas semua keputusan yang kau buat.. jangan
kau ombang-ambingkan yang kau cintai sekarang. Karena
aku tidak tahu seberapa sabar dan kuat mereka terhadap itu)