Ada
versi setan atau umpatan dalam hatiku sebenarnya..Dalam hati manusia
selain kebaikan ada keburukan..kata-kata dan gabungannya di bawah ini
adalah wujud kekesalanku terhadap proses ini..namun hanya kekesalan,
dan ini hanyalah ketidakbenaran, hanya pelampiasan..
Aku tulus,
aku jujur, aku sangat cinta,
Walau
sebenarnya aku tidak ingin ketulusanku, cintaku akan berlabuh
padamu..
Ku beranikan
diri untuk menghadapi dan menantang itu semua, keegoisanku untuk
mendapatkan yang lebih..
Dengan
mencintaimu…
Namun,
kekecewaan saat ketulusan dan cinta tidak diterima dengan
selayaknya..
Itu
hakmu..Namun aku juga punya hak dimanusiakan..
Begitu
teganya kamu satu waktu memberi harapan. Padahal aku sudah
mengikhlaskan semua lepas dari padaku. Dan saat aku mulai membangun
kepercayaan itu kembali secepat kilat kamu merubah keputusanmu…
Tidak
tahukah kamu begitu bahagianya aku saat aku kau beri harapan???
saat aku
membagi kebahagiaan dengan ibu dan yang aku sayangi..Namun, belum
genap satu hari kamu membalik semua kebahagiaan itu… Apa yang akan
aku katakan pada mereka??? Akan seperti apa perasan ibuku dan
teman-temanku jika ternyata hal yang aku katakan sebelumnya menjadi
berbalik…
Aku buntu
akan hal ini…Namun aku yakin akan ada jalan keluar.. bagaimana
memberi tahu mereka…Aku mengumpatmu dalam bagian setanku…
Aku tidak
mempermasalahkan rasa dan hatiku yang terombang-ambing, namun hati
mereka…mereka bagian hidupku dan aku pun bagian hidup
mereka…kalau kau tahu aku dan yang kusayangi begitu dekat, bahkan
menyatu…
Bahkan aku
menolak calon jodoh hanya karena menjaga harapan yang telah kau
berikan..namun……Dahsyatnya hati….
Aku bangga
telah mencintaimu dengan sempurna…
Namun,
itu semua hanyalah nafsu amarah setan ..
Jangan kau pedulikan karena aku yang bertanggung jawab. Bukan dirimu.
Bahagialah dengan kebahagiaan yang pantas kau dapatkan…Aku pun
sudah mengenyahkan semua ketakutan dan kegelisahan sebelum ketakutan
dan kegelisahan itu datang…Aku mengalahkan setan…
Tanggung
jawab dan kewajibanmu adalah berjalan sesuai takdir yang sudah mulai
kau retas bersamanya…Jangan lagi pedulikan perasaanku…Aku
sangatlah kuat. Sudah cukup air mata dan kesedihanku kepadamu. Waktu
aku lebih memikirkan mereka yang mencintaiku dan menyayangiku dengan
tulus..Akhiri dengan indah…Silaturahmi tetap terjalin…
(Jangan
kau baca tulisan ini sebagai perwujudan hatiku. Karena hatiku adalah
cahaya bahagia, bukan kegelapan seperti tulisan tadi. Teruslah
berjalan. Tanggung jawab atas semua keputusan yang kau buat.. jangan
kau ombang-ambingkan yang kau cintai sekarang. Karena
aku tidak tahu seberapa sabar dan kuat mereka terhadap itu)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar